Kabar prestasi kembali datang dari mahasiswa STIE Enam Enam Kendari. Mahasiswa bernama Ibra Yuda Pratama menutup tahun 2025 dengan catatan prestasi menonjol. Ia meraih Grand Star of The Year, Masterly of The Year, serta menorehkan capaian puncak sebagai Juara 1 Grand Model Indonesia 2025 kategori Mister Sulawesi Tenggara. Pencapaian itu menjadi puncak dari rangkaian gelar yang ia kumpulkan sepanjang akhir tahun.

Selain gelar tertinggi tersebut, Ibra Yuda juga menorehkan prestasi pada dua kegiatan lainnya. Ia meraih Juara 2 Putra Putri Nusantara, serta menjadi Runner Up 2 Duta Wisata Anandonialuale Kota Kendari 2025. Dalam ajang Duta Wisata itu, ia juga menyabet gelar Juara Favorit.
Rangkaian prestasi Ibra Yuda dimulai dari kegiatan Duta Wisata Anandonialuale Kota Kendari 2025 yang berlangsung pada 14–25 November 2025. Agenda ini digelar di Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Kendari serta Hotel Zarah, dan diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Kendari.
Selanjutnya, Ibra Yuda mengikuti ajang Putra Putri Nusantara pada 19–20 Desember 2025 di Rich Club, dengan penyelenggara Putra Putri Nusantara. Dalam ajang ini, ia berhasil meraih Juara 2. Puncak prestasi datang pada ajang Grand Model Indonesia yang digelar pada 20–21 Desember 2025 di Rich Club, dengan penyelenggara Sahabat Prestasi Indonesia. Dari kompetisi tersebut, Ibra Yuda keluar sebagai Juara 1 kategori Mister Sulawesi Tenggara.
Ibra Yuda mengatakan motivasinya mengikuti berbagai ajang itu berangkat dari keinginan untuk berkontribusi sebagai generasi muda yang membawa nilai budaya, karakter, dan prestasi. “Melalui ajang ini, saya ingin mempromosikan potensi daerah, memperkuat identitas bangsa, serta mengembangkan kepercayaan diri dan profesionalisme agar dapat memberi dampak positif bagi masyarakat dan Indonesia,” kata Ibra Yuda Senin 29 Desember 2029.
Ia menjelaskan proses yang dijalani tidak singkat. Menurut dia, seleksi dimulai dari tahap administrasi, lalu berlanjut ke wawancara, tes pengetahuan, hingga penilaian kepribadian dan kemampuan public speaking. “Saya juga melalui tahap karantina yang melatih disiplin, kerja sama, dan mental. Hingga malam final, saya berusaha tampil konsisten, percaya diri, dan menunjukkan sikap yang mencerminkan karakter, wawasan, serta komitmen,” ujarnya.
Ibra Yuda juga menyebut adanya peran kampus dalam pencapaiannya. Ia mengaku mendapat pendampingan dari dosen STIE Enam Enam Kendari. “Dosen STIE menjadi mentor yang memberi arahan, motivasi, dan kepercayaan diri hingga saya berhasil meraih juara,” katanya.
Dukungan kampus, menurut dia, hadir melalui izin akademik, motivasi, serta bimbingan moral yang membuatnya lebih fokus selama rangkaian kegiatan. “Dukungan tersebut membuat saya lebih percaya diri dan fokus hingga berhasil meraih juara,” ujar Ibra Yuda.
Setelah menutup 2025 dengan tiga gelar, Ibra Yuda menargetkan kontribusi yang lebih nyata. Ia berharap dapat menjalankan program promosi, edukasi, dan pengabdian kepada masyarakat, termasuk kegiatan lanjutan berbentuk kolaborasi sosial dan promosi agar dampaknya berkelanjutan.
Di akhir wawancara, Ibra Yuda menyampaikan pesan untuk mahasiswa. “Prestasi tidak selalu lahir dari mereka yang paling sempurna, tetapi dari mereka yang berani mencoba dan konsisten belajar. Kampus adalah ruang terbaik untuk tumbuh, berproses, dan mengenali potensi diri. Jangan ragu melangkah, manfaatkan setiap kesempatan, dan percaya bahwa usaha kecil hari ini bisa menjadi pencapaian besar esok hari. Jadilah mahasiswa yang tidak hanya lulus, tetapi juga memberi makna dan prestasi,” ungkapnya.
Menyikapi capaian tersebut, Ketua STIE Enam Enam Kendari Prof. Dr. H. Abdul Azis Muthalib, S.E., M.S menyampaikan apresiasi dan kebanggaan atas prestasi Ibra Yuda Pratama yang dinilai membawa nama baik kampus di penghujung 2025. Menurut dia, pencapaian itu menjadi bukti bahwa mahasiswa STIE Enam Enam Kendari mampu bersaing, tampil percaya diri, serta konsisten mengembangkan potensi diri melalui ajang pengembangan karakter dan prestasi.
Prof. Abdul Azis berharap capaian itu tidak berhenti pada gelar, tetapi berlanjut pada karya dan kontribusi nyata di masyarakat. Ia juga mendorong agar prestasi tersebut menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berproses, menjaga integritas, serta menguatkan karakter dan tanggung jawab sosial. “Kami berharap prestasi ini menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa untuk terus belajar, berani mencoba, dan menghadirkan manfaat yang lebih luas,” pungkasnya.