STIE 66 Kendari – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa STIE Enam Enam Kendari. Dua mahasiswa berhasil lolos sebagai finalis dalam ajang Kompetisi Opini Ilmiah Forum Ekonomi Sulawesi Tenggara (Forkestra) 2025 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Sulawesi Tenggara.

Kedua mahasiswa tersebut adalah Gusti Ayu Putri Sukreni dan Tasrik. Mereka berhasil menembus deretan finalis setelah menyajikan gagasan inovatif yang relevan dengan tantangan ekonomi daerah.
- Gusti Ayu Putri Sukreni mengangkat tema “Pemanfaatan Teknologi Digital dalam Mendorong Inklusi Keuangan dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Berbasis Digital di Sulawesi Tenggara”. Karya ini menyoroti pentingnya transformasi digital untuk memperluas akses layanan keuangan dan meningkatkan daya saing UMKM.
- Tasrik membawa gagasan bertajuk “Strategi Peningkatan Ketahanan Pangan melalui Optimalisasi Distribusi Hasil Pertanian dan Perikanan di Sulawesi Tenggara”. Ia menekankan pentingnya distribusi yang efisien guna memperkuat ketahanan pangan dan mendukung kesejahteraan masyarakat.


Kompetisi ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan 5th Forum Ekonomi Sulawesi Tenggara (Forkestra) 2025 yang mengusung tema “Memperkuat Ekonomi Sulawesi Tenggara melalui Inovasi, Ketahanan, dan Keberlanjutan Menuju Daya Saing Global.”
Ketua STIE Enam Enam Kendari, Prof. Dr. H. Abdul Aziz Muthalib, S.E., M.Si., menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas capaian tersebut.
“Keberhasilan mahasiswa kami menembus finalis Forkestra 2025 adalah bukti nyata bahwa STIE Enam Enam Kendari mampu mencetak generasi muda yang inovatif, kreatif, dan peduli pada pembangunan ekonomi daerah. Kami berharap prestasi ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pembina Pendidikan Enam Enam Bumi Kendari, Ichsanuddin Akbar, S.T., M.M., menambahkan bahwa prestasi ini selaras dengan visi yayasan dalam menyiapkan SDM unggul.
“Kami sangat mengapresiasi capaian ini. Ide-ide yang ditawarkan mahasiswa STIE Enam Enam Kendari tidak hanya akademis, tetapi juga memiliki nilai aplikatif yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi Sulawesi Tenggara. Inilah wujud peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan,” tegasnya.
Selaku dosen pembimbing, Dr. H. Mahmudin AS, M.Si., juga menyampaikan rasa bangganya terhadap perjuangan mahasiswanya.
“Saya melihat semangat luar biasa dari Gusti Ayu dan Tasrik dalam menyusun gagasan ini. Mereka mampu menggabungkan teori akademik dengan realitas lapangan, sehingga karya yang dihasilkan tidak hanya bernilai ilmiah, tetapi juga solutif bagi permasalahan ekonomi di Sulawesi Tenggara. Semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk terus berinovasi,” jelasnya.
Dengan pencapaian ini, STIE Enam Enam Kendari kembali membuktikan diri sebagai kampus yang mampu mencetak mahasiswa berprestasi dan berdaya saing, baik di tingkat lokal maupun nasional.

