KENDARI – Dua mahasiswa STIE Enam Enam Kendari berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan lolos ke babak final Public Speaking Competition dalam ajang English Expo 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Halu Oleo (UHO). Keduanya, St. Fadilla Karman dan Muhammad Subhan Djafar, berhasil mengamankan dua dari lima tempat di babak final setelah bersaing dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri.
Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian tersendiri bagi STIE Enam Enam Kendari. Kedua mahasiswa ini akan menghadapi tiga finalis lainnya yang berasal dari Universitas Brawijaya, Indonesia, serta University of Batangas dan Iloilo State University of Fisheries Science and Technology dari Filipina. English Expo 2026 mempertandingkan empat kategori, yakni public speaking, essay, debate, dan micro teaching, dengan melibatkan peserta dari Indonesia maupun luar negeri.

Dalam menghadapi kompetisi tersebut, kedua mahasiswa mendapat pendampingan dari dua dosen, yakni Karmila A.A. Wellem, S.Pd., M.Hum. dan Sulistiyani Syafitri, S.E., M.M. Keduanya berperan memberikan pembinaan, motivasi, serta membantu mahasiswa mempersiapkan kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris agar mampu bersaing dengan peserta dari perguruan tinggi lainnya.
“Tentunya kami sangat bangga dan senang, apalagi dua perwakilan kami berhasil masuk final. Nama mereka berada bersama perwakilan dari Universitas Brawijaya dan dua perguruan tinggi dari Filipina. Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami,” ungkap Karmila A.A. Wellem, S.Pd., M.Hum.
Perjalanan menuju babak final tidak terlepas dari berbagai tantangan. Kedua mahasiswa harus mempersiapkan materi pidato, menyusun naskah, serta menghafalnya dalam waktu yang relatif singkat. Kondisi tersebut sempat menimbulkan rasa gugup dan kekhawatiran. Namun, melalui latihan yang berkelanjutan dan dukungan dosen pendamping, keduanya mampu meningkatkan kepercayaan diri hingga berhasil melewati babak penyisihan.




Menjelang babak final yang dijadwalkan berlangsung Sabtu (24/10/2026) pukul 13.00 WITA, persiapan terus ditingkatkan. Babak final akan menggunakan format impromptu public speaking, yaitu peserta dituntut menyampaikan pidato secara spontan berdasarkan tema yang diberikan. Untuk menghadapi tantangan tersebut, keduanya terus memperbanyak kosakata bahasa Inggris, berlatih menyampaikan gagasan secara spontan, serta mempelajari berbagai tema.
“Tantangan terbesar adalah mereka harus menyusun naskah dan menghafalnya dalam waktu singkat. Namun, kami percaya bahwa keduanya memiliki kemampuan yang sangat baik. Untuk menghadapi final, mereka terus berlatih dengan tema-tema baru dan memperbanyak kosakata karena babak final menggunakan sistem impromptu,” jelas Karmila.
Sementara itu, dosen pendamping lainnya, Sulistiyani Syafitri, S.E., M.M., menyampaikan harapannya agar kedua mahasiswa mampu memberikan penampilan terbaik sekaligus meraih juara dalam kompetisi tersebut. Menurutnya, dukungan moral dan doa dari seluruh sivitas akademika menjadi penyemangat bagi mahasiswa dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat di babak final.
“Target kami tentu bisa mendapatkan juara. Namun, apa pun hasilnya, mereka sudah memberikan yang terbaik dan kami tetap bangga. Masuk ke babak final bukan perkara mudah, apalagi harus bersaing dengan mahasiswa dari perguruan tinggi yang memiliki kemampuan luar biasa,” ujar Sulistiyani.
Keberhasilan St. Fadilla Karman dan Muhammad Subhan Djafar menembus babak final English Expo 2026 semakin mempertegas kualitas dan daya saing mahasiswa STIE Enam Enam Kendari di tingkat internasional. Mampu bersaing dengan mahasiswa dari perguruan tinggi ternama di Indonesia dan Filipina, pencapaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa STIE Enam Enam Kendari memiliki kompetensi dan kepercayaan diri untuk tampil di panggung internasional. Prestasi tersebut sekaligus memperkuat komitmen STIE Enam Enam Kendari dalam mencetak generasi unggul, berprestasi, dan berdaya saing global.
