Kendari, 19 Juni 2025 — Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Enam Enam Kendari kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang penelitian. Kampus yang dikenal aktif dalam pengembangan akademik dan riset ini berhasil masuk dalam 5 besar Perguruan Tinggi terbaik pada kategori penelitian kelas binaan versi LLDIKTI Wilayah IX.

Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX pada forum evaluasi dan monitoring penelitian yang diselenggarakan di Makassar. Dalam kesempatan tersebut, STIE 66 Kendari mendapatkan apresiasi atas konsistensinya dalam mendorong budaya riset di kalangan dosen serta kontribusinya terhadap pengembangan keilmuan berbasis kewirausahaan dan ekonomi lokal.
Ketua STIE 66 Kendari, Prof. Dr. H. Abdul Azis Muthalib, S.E., M.Si., menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian ini. “Ini adalah hasil kerja keras dan komitmen bersama seluruh sivitas akademika untuk menjadikan riset sebagai pilar utama dalam pengembangan institusi. Kami akan terus meningkatkan kualitas penelitian yang aplikatif dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Dukungan penuh juga datang dari Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Abdul Syaban, S.Pd., M.Pd., M.M., yang aktif membina para dosen dalam penyusunan proposal, pendampingan teknis, hingga publikasi hasil penelitian di jurnal bereputasi.
Adapun perguruan tinggi yang masuk 5 besar penelitian adalah sebagai berikut:
1. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ciputra Makassar
2. Institut Teknologi dan Bisnis Kalla
3. STIM Lasharan Jaya Makassar
4. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Enam Enam Kendari
5. Institut Sains Teknologi dan Kesehatan Aisyiyah Kendari

Capaian ini sekaligus menegaskan bahwa STIE 66 Kendari tidak hanya unggul dalam pendidikan dan pengabdian, tetapi juga mulai menancapkan pengaruh kuat dalam peta riset pendidikan tinggi di kawasan timur Indonesia.
Ke depan, STIE 66 Kendari berkomitmen memperluas kolaborasi penelitian dengan berbagai pihak, termasuk dunia usaha, pemerintah daerah, dan komunitas lokal, sebagai bagian dari upaya nyata mendukung program “Kampus Berdampak” yang sedang dijalankan.

