Kabupaten Konawe Selatan, 14 Juni 2025 – STIE Enam Enam Kendari resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) yang ada di Kecamatan Konda, tepatnya di Desa Alebo, Kabupaten Konawe Selatan. MoU ini bertujuan untuk memperkuat kemitraan antara lembaga pendidikan dan BUMDesa guna mengembangkan ekonomi desa serta memberdayakan masyarakat setempat.
Prof. Dr. H. Abdul Aziz Muthalib, SE., M.S Ketua STIE Enam Enam Kendari, menjelaskan bahwa tujuan MoU ini adalah untuk menjalin kemitraan yang memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan ekonomi desa. “Kami berkomitmen untuk memberikan pendampingan serta pengembangan kapasitas manajerial di BUMDesa yang ada di Desa Alebo dan sekitar Kecamatan Konda. Harapannya, melalui kerjasama ini, kami dapat membantu membuka peluang baru bagi masyarakat setempat untuk mengembangkan usaha yang berkelanjutan,” ujarnya.

MoU ini juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa STIE Enam Enam Kendari untuk terlibat langsung dalam pembelajaran lapangan. Mahasiswa diharapkan dapat memahami dinamika pembangunan ekonomi di tingkat desa dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan sosial yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ke depannya, tim pendampingan dari STIE Enam Enam Kendari akan memulai dengan pendataan untuk memahami kondisi BUMDesa yang ada di Desa Alebo. Fokus utama akan pada pengelolaan usaha, pemasaran produk, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Tim instruktur dengan keahlian khusus juga akan disiapkan untuk memberikan pelatihan yang relevan guna mendukung pengembangan BUMDesa.
Dengan adanya MoU ini, diharapkan Desa Alebo, bersama BUMDesa di Kecamatan Konda, dapat menjadi contoh sukses dalam pengembangan ekonomi desa dan ketahanan pangan yang mandiri. “Kami berharap program ini diharapkan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut,”pungkasnya.
Turut hadir mendampingi Ketua STIE Enam Enam Kendari:
- Dr. Abdul Razak, Wakil Ketua Bidang SDM, Keuangan, dan Kerja Sama STIE Enam Enam Kendari
- Chaeriah Adnin, S.K.M., M.M., Ketua Jaringan Pengusaha Nasional (JAPNAS) Kota Kendari

Dr. Abdul Razak menyampaikan bahwa kemitraan dengan BUMDes adalah bentuk konkret dari penerapan tridharma perguruan tinggi, terutama dalam aspek pengabdian dan penguatan ekonomi lokal.
“Kampus tidak boleh eksklusif. Melalui kerja sama ini, kita menjembatani kebutuhan desa dengan potensi akademik dan praktis dari kampus. Ini bentuk nyata pengabdian kami,” tegasnya.
Sementara itu, Chaeriah Adnin menyoroti pentingnya peran pengusaha dan kampus dalam memajukan ekonomi desa.
“Desa memiliki potensi luar biasa. Ketika kampus hadir memberi edukasi dan JAPNAS hadir membuka jejaring usaha, maka BUMDes bisa menjadi motor penggerak ekonomi yang sesungguhnya. Ini kolaborasi yang sangat kami dukung,” ujarnya.

Kepala Desa Alebo menyambut baik kolaborasi ini dan berharap MoU ini menjadi awal dari transformasi ekonomi desa berbasis ilmu dan kolaborasi lintas sektor.

