Nijmegen, Belanda – STIE Enam Enam Kendari kembali memperkuat langkah internasionalisasinya melalui kunjungan akademik ke Radboud University, Belanda, pada 13 Mei 2026. Kunjungan ini merupakan universitas kedua yang dikunjungi dalam rangkaian International Benchmarking Visit ke Eropa yang dipimpin oleh LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara, sekaligus menjadi momentum strategis untuk memperluas jejaring global dan menjajaki peluang kolaborasi akademik dengan salah satu universitas riset terkemuka di Eropa.
Kegiatan yang berlangsung di Kampus Radboud University, Heyendaalseweg 135, 6525 AJ Nijmegen, Belanda, diawali dengan sambutan dari Dr. Elco van Noort, International Partnership Officer Radboud University. Ia menyampaikan apresiasi atas kunjungan delegasi perguruan tinggi Indonesia serta menegaskan pentingnya kolaborasi internasional dalam memperkuat kualitas pendidikan tinggi, penelitian, dan pertukaran pengetahuan antarnegara.


“Kami menyambut baik kunjungan delegasi perguruan tinggi Indonesia ke Radboud University. Kemitraan internasional merupakan fondasi penting dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan pertukaran pengetahuan yang memberikan manfaat bagi semua pihak,” ujarnya.
Delegasi STIE Enam Enam Kendari dipimpin oleh Ketua STIE Enam Enam Kendari, Prof. Dr. H. Abdul Azis Muthalib, S.E., M.S., didampingi Ketua Yayasan Pembina Pendidikan Enam Enam Bumi Kendari, Ichsanuddin Akbar, S.T., M.M.

Dalam kunjungan tersebut, delegasi diterima langsung oleh jajaran International Office Radboud University, yakni Dr. Elco van Noort (International Partnership Officer), Dr. Robin Kayser (Head Education & Student Support sekaligus Head International Office Social Sciences), Dr. Hub Nijssen (Senior Internationalisation Officer, International and Admissions Office, Faculty of Science), serta Dr. Ary Samsura, akademisi Indonesia yang menjabat sebagai Assistant Professor pada Department of Geography, Planning and Environment Radboud University.
Pada kesempatan tersebut, pihak Radboud University memaparkan profil institusi, sistem pendidikan, budaya akademik, aktivitas penelitian, serta strategi internasionalisasi yang telah dikembangkan bersama berbagai perguruan tinggi dan lembaga mitra di dunia, termasuk Indonesia.
Sebagai salah satu universitas riset terkemuka di Belanda, Radboud University memiliki lebih dari 23.000 mahasiswa, tujuh fakultas, dan lima belas institut riset. Universitas ini juga memiliki hubungan akademik yang erat dengan Indonesia selama lebih dari enam dekade melalui berbagai program kerja sama di bidang manajemen dan bisnis, kesehatan, ilmu sosial, pengelolaan sumber daya air, filsafat hingga pertukaran akademik.
Diskusi antara STIE Enam Enam Kendari dan Radboud University berfokus pada peluang pengembangan kerja sama di bidang penelitian kolaboratif, konferensi internasional, student exchange, visiting scholar, pelatihan profesional, serta berbagai kegiatan akademik yang dapat memberikan manfaat bagi kedua institusi.
Dalam sesi pemaparan, Dr. Ary Samsura menjelaskan bahwa salah satu kekuatan utama Radboud University terletak pada integrasi antara pendidikan dan penelitian. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis di ruang kelas, tetapi juga dilibatkan secara aktif dalam berbagai penelitian yang berorientasi pada penyelesaian persoalan nyata di masyarakat.
Ketua STIE Enam Enam Kendari, Prof. Dr. H. Abdul Azis Muthalib, menyambut positif hasil pertemuan tersebut dan menilai bahwa Radboud University memiliki banyak praktik baik yang dapat menjadi referensi dalam pengembangan institusi.
“Radboud University menyambut baik peluang kolaborasi akademik dengan STIE Enam Enam Kendari. Terdapat sejumlah bidang yang berpotensi dikembangkan bersama, mulai dari penelitian kolaboratif, pertukaran mahasiswa, visiting scholar, konferensi internasional, hingga pelatihan dan workshop akademik,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pembina Pendidikan Enam Enam Bumi Kendari, Ichsanuddin Akbar, S.T., M.M., menegaskan bahwa internasionalisasi kampus harus diwujudkan melalui program-program yang nyata dan berdampak.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap kerja sama internasional menghasilkan manfaat yang konkret. Fokus kami adalah membuka lebih banyak peluang bagi mahasiswa dan dosen untuk terlibat dalam riset, pertukaran akademik, serta pengembangan kompetensi global guna memperkuat daya saing STIE Enam Enam Kendari di tingkat internasional,” ujar Ichsanuddin Akbar.
Hasil pertemuan menunjukkan bahwa langkah awal kerja sama akan diarahkan pada pelaksanaan kegiatan nyata, seperti seminar internasional, riset bersama, pertukaran akademik, program visiting scholar, serta pelatihan profesional. Setelah implementasi program berjalan dengan baik, kerja sama formal melalui nota kesepahaman (MoU) dapat dikembangkan sebagai bentuk penguatan kemitraan jangka panjang.
Melalui Kunjungan ini, STIE Enam Enam Kendari tidak hanya memperoleh kesempatan mempelajari praktik terbaik pengelolaan perguruan tinggi berstandar internasional, tetapi juga membuka peluang kolaborasi global yang dapat mendukung peningkatan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dengan semakin luasnya jejaring akademik internasional yang dibangun, STIE Enam Enam Kendari optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing global dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi masa depan.
