KENDARI – Memperingati Dies Natalis ke-32, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Enam Enam Kendari menyalurkan sekitar 300 paket bantuan sosial kepada enam panti asuhan dan pondok pesantren di Kota Kendari. Kegiatan yang berlangsung di Aula STIE Enam Enam Kendari, Sabtu (10/10/2026), ini menjadi wujud kepedulian institusi terhadap 172 anak dan santri sekaligus bentuk rasa syukur atas 32 tahun pengabdiannya di dunia pendidikan.

Mengusung semangat “Berbagi Kepedulian, Menebar Kebaikan”, peringatan ini tidak hanya menjadi momentum refleksi atas pencapaian akademik dan kelembagaan, tetapi juga memperkuat kontribusi nyata STIE Enam Enam Kendari bagi masyarakat.
Ketua STIE Enam Enam Kendari, Prof. Dr. H. Abdul Azis Muthalib, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa usia 32 tahun merupakan kesempatan penting untuk melakukan refleksi dan mengevaluasi perjalanan institusi, terutama dalam menjalankan tanggung jawab sebagai bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Selama 32 tahun, STIE Enam Enam Kendari telah mengambil bagian dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui penyediaan sumber daya manusia yang kompeten. Momentum ini menjadi kesempatan bagi kita untuk mengevaluasi capaian sekaligus memperkuat komitmen agar keberadaan institusi semakin memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa perkembangan STIE Enam Enam Kendari tidak terlepas dari dukungan dan kontribusi berbagai pihak. Karena itu, semangat kebersamaan, saling menghargai, dan saling membantu perlu terus dipelihara sebagai bagian dari budaya kerja di lingkungan kampus.
Menurutnya, peningkatan kualitas institusi harus didukung oleh ketulusan dalam menjalankan tugas serta kesadaran bersama untuk menghadirkan perubahan melalui tindakan nyata. Dengan komitmen tersebut, STIE Enam Enam Kendari diharapkan semakin berkualitas dan mampu memperluas kontribusinya bagi pembangunan bangsa.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan Enam Enam Bumi Kendari (YAPDIK), Ichsanuddin Akbar, S.T., M.M., mengatakan bahwa peringatan Dies Natalis ke-32 sengaja diisi dengan kegiatan berbagi sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus wujud kepedulian terhadap anak-anak panti asuhan dan santri pondok pesantren.
“Sekitar 300 paket sumbangan disiapkan untuk anak-anak panti asuhan dan santri pondok pesantren. Kami berharap kepedulian ini membawa manfaat dan keberkahan, sehingga STIE Enam Enam Kendari dapat terus berkarya dan memberikan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Ichsanuddin menambahkan bahwa penyelenggaraan pendidikan jenjang sarjana (S1) dan magister (S2) di STIE Enam Enam Kendari harus terus diiringi dengan peningkatan kualitas dan pengembangan kelembagaan. Salah satu harapan besar yayasan adalah terwujudnya perubahan status STIE Enam Enam Kendari menjadi Universitas Enam Enam.
“Kami berharap proses perubahan status STIE Enam Enam Kendari menjadi universitas dapat segera terwujud. Kami juga memohon doa dan dukungan dari semua pihak agar apa yang menjadi cita-cita bersama dapat tercapai pada waktu dan dengan cara yang terbaik,” tambahnya.
Adapun enam lembaga penerima bantuan terdiri atas tiga pondok pesantren dan tiga panti asuhan. Ketiga pondok pesantren tersebut yakni Ummul Qur’an dengan 35 santri, Darul Faqkhi dengan 30 santri, dan Riyadhul Qur’an dengan 20 santri. Sementara itu, tiga panti asuhan penerima bantuan meliputi Al Ikhlas dengan 30 anak, Ashabri dengan 30 anak, dan An-Nur dengan 27 anak.

Bantuan yang disalurkan mencakup sembako, kipas angin, perlengkapan sekolah, perlengkapan mandi, serta kebutuhan bayi berupa popok dan susu formula. Seluruh bantuan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing lembaga agar dapat memberikan manfaat langsung bagi anak-anak dan santri.
Melalui momentum Dies Natalis ke-32 ini, STIE Enam Enam Kendari meneguhkan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperluas pengabdian kepada masyarakat. Semangat kepedulian yang diwujudkan melalui kegiatan berbagi tersebut diharapkan terus menjadi bagian dari perjalanan institusi dalam memberikan kontribusi bagi daerah, bangsa, dan negara.
