Kendari – Mahasiswi Program Studi S1 Akuntansi STIE Enam Enam Kendari, Indi Amrianti, berhasil meraih Juara II FORKESTRA 2026 yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara (KPw BI Sultra). Prestasi tersebut diraih Indi melalui karya berjudul “Jalan Rusak, Ekonomi Tersendat: Revitalisasi Akses Kendari New Port untuk Ekosistem Ekonomi Sultra yang Inklusif, Mandiri, dan Berdaya Saing Global.”
Gagasan tersebut berangkat dari kondisi akses menuju Kendari New Port yang dinilai memiliki peran penting dalam mendukung distribusi barang dan aktivitas perekonomian Sulawesi Tenggara. Menurut Indi, persoalan akses jalan menuju pelabuhan tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur, tetapi juga berdampak pada efisiensi logistik dan daya saing ekonomi daerah.


“Apabila akses menuju pelabuhan belum optimal, tentu dapat menimbulkan hambatan seperti waktu tempuh yang lebih lama, biaya logistik yang meningkat, serta kurang optimalnya pergerakan barang dan aktivitas ekonomi. Dari situ saya melihat bahwa persoalan jalan bukan hanya persoalan infrastruktur, tetapi juga berkaitan dengan efisiensi ekonomi dan daya saing daerah,” ujar Indi.
Dalam proses penyusunan karya, Indi terlebih dahulu menentukan permasalahan yang dinilai relevan dengan kondisi Sulawesi Tenggara. Ia kemudian melakukan pencarian data dan referensi, menganalisis dampak permasalahan terhadap perekonomian, serta menyusun gagasan yang dapat menjadi alternatif solusi.
Setelah naskah selesai, Indi melakukan beberapa kali revisi untuk memperkuat argumentasi dan memperjelas gagasan yang disampaikan. Pada tahap akhir, ia mempersiapkan materi presentasi dan berlatih menyampaikan gagasannya di hadapan dewan juri.
Indi mengaku salah satu tantangan terbesar dalam kompetisi tersebut adalah mengembangkan persoalan jalan rusak yang terlihat sederhana menjadi sebuah gagasan yang memiliki perspektif ekonomi dan solusi yang jelas.

“Tantangan terbesarnya adalah bagaimana mengubah permasalahan yang terlihat sederhana, yaitu jalan rusak, menjadi sebuah gagasan yang memiliki perspektif ekonomi dan solusi yang jelas. Saya juga harus memastikan data dan argumen yang digunakan dapat mendukung gagasan tersebut,” katanya.
Menurut Indi, kekuatan utama karya yang diajukan terletak pada kedekatan persoalan dengan kondisi nyata di daerah. Ia tidak hanya melihat kerusakan jalan sebagai persoalan infrastruktur, tetapi juga menghubungkannya dengan biaya logistik, distribusi barang, aktivitas pelaku usaha, serta daya saing ekonomi Sulawesi Tenggara.
Keberhasilan meraih Juara II memberikan pengalaman tersendiri bagi Indi. Ia mengaku bersyukur atas capaian tersebut karena sejak awal keikutsertaannya dalam kompetisi bukan semata-mata untuk mengejar juara.
“Saya sangat bersyukur, senang, dan cukup tidak menyangka bisa meraih Juara II. Sejak awal tujuan saya bukan hanya mengejar juara, tetapi juga ingin membawa sebuah permasalahan yang ada di daerah menjadi sebuah gagasan yang bisa didengar dan dipertimbangkan,” ungkapnya.
Indi juga menyampaikan apresiasi kepada KPw BI Sultra yang telah memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan gagasan dan melihat persoalan ekonomi daerah dari perspektif generasi muda. Ia turut mengapresiasi dukungan dosen dan lingkungan kampus STIE Enam Enam Kendari selama proses penyusunan karya hingga tahap presentasi.
Indi mengajak mahasiswa lainnya agar tidak ragu memanfaatkan setiap kesempatan untuk mengikuti kompetisi. “Jangan menunggu merasa benar-benar siap untuk mulai mencoba. Dari mengikuti kompetisi kita bisa belajar, mendapatkan pengalaman, dan menemukan kemampuan yang sebelumnya tidak kita sadari. Menang itu bonus, tetapi keberanian untuk mencoba adalah langkah pertama menuju prestasi yang lebih besar,” pungkas Indi.
Ketua Program Studi (Kaprodi) S1 Akuntansi STIE Enam Enam Kendari, Nita Hasnita, S.Ak., M.E., mengapresiasi prestasi tersebut dan berharap capaian Indi dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk lebih berani mengikuti kompetisi serta mengembangkan potensi akademik.
“Prestasi ini tentu membanggakan dan menunjukkan bahwa mahasiswa kita mampu membawa persoalan daerah menjadi gagasan yang bernilai. Kami berharap capaian Indi dapat memotivasi mahasiswa lain untuk terus belajar, berani berkompetisi, dan menghasilkan prestasi,” ujar Nita Hasnita.
Prestasi tersebut menjadi bagian dari upaya STIE Enam Enam Kendari dalam mendorong mahasiswa untuk terus belajar, meningkatkan kemampuan, dan aktif mengikuti berbagai kompetisi. Kampus berharap semakin banyak mahasiswa yang mampu menunjukkan kualitas dan prestasinya di tingkat regional maupun nasional, sekaligus memperkuat citra STIE Enam Enam Kendari melalui capaian dan kualitas mahasiswanya.
