KENDARI — STIE Enam Enam Kendari menjadi tuan rumah kegiatan Bimbingan Teknis Jabatan Akademik Dosen (JAD) yang diikuti perguruan tinggi swasta se-Sulawesi Tenggara. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 5 Mei 2026, bertempat di Kampus STIE Enam Enam Kendari.
Kegiatan yang digelar oleh LLDIKTI Wilayah IX ini membahas Permendiktisaintek Nomor 52 Tahun 2025 tentang Profesi, Karier, dan Penghasilan Dosen. Berdasarkan undangan resmi LLDIKTI Wilayah IX, kegiatan tersebut ditujukan kepada Kepala Biro Sumber Daya Pendidikan Tinggi dan Operator PAK se-Sulawesi Tenggara.

Wakil Ketua Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni STIE Enam Enam Kendari, Dr. Muhammad Nur, S.E., M.Si., mengatakan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk memperkuat pemahaman perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan karier dosen.
Menurutnya, jabatan akademik merupakan bagian penting dari perjalanan profesi dosen. Melalui jabatan akademik, dosen dapat meningkatkan kapasitas, karier, serta kontribusinya terhadap mutu perguruan tinggi.
“Karier dosen memiliki jenjang yang harus terus didorong, mulai dari Asisten Ahli, Lektor, Lektor Kepala, hingga Guru Besar. Karena itu, kegiatan seperti ini sangat penting agar perguruan tinggi memiliki pemahaman yang sama dalam memfasilitasi peningkatan jabatan akademik dosen,” ujar Dr. Muhammad Nur.
Ia menambahkan, peningkatan jabatan akademik dosen tidak hanya berdampak pada individu dosen, tetapi juga berpengaruh terhadap kualitas institusi. Semakin banyak dosen yang memiliki jabatan akademik tinggi, maka semakin kuat pula mutu akademik perguruan tinggi.
“Mutu perguruan tinggi sangat berkaitan dengan kualitas dosennya. Jika dosen memiliki jabatan fungsional yang baik, maka hal itu akan mendukung peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta reputasi kampus,” tambahnya.

Menurutnya, hasil dari kegiatan tidak boleh berhenti pada forum sosialisasi, tetapi harus menjadi perhatian utama dalam pembinaan karier dosen. “Kegiatan ini harus ditindaklanjuti. Perguruan tinggi perlu memberi perhatian terhadap pengembangan karier dosen, termasuk dalam pendampingan administrasi, publikasi ilmiah, penelitian, dan pemenuhan unsur tridarma perguruan tinggi,” jelasnya.
Sementara itu, salah satu dosen dari Akademi Bisnis 11 Oktober Kendari, Syahra, menilai kegiatan ini sangat bermanfaat bagi dosen dan pengelola perguruan tinggi. Ia mengatakan, bimtek tersebut memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai mekanisme jabatan akademik dosen sesuai aturan terbaru.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan gambaran yang lebih jelas tentang proses pengurusan jabatan akademik dosen. Kami berharap setelah kegiatan ini, dosen semakin termotivasi untuk menyiapkan dokumen dan meningkatkan kinerja tridarma,” ungkap Syahra.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dr. Abdul Razak, S.E., M.Si., Wakil Ketua Bidang SDM, Keuangan, dan Kerja Sama, bersama para dosen STIE Enam Enam Kendari. Dengan adanya kegiatan ini, STIE Enam Enam Kendari berharap dapat terus berperan dalam mendukung peningkatan kualitas dosen dan mutu perguruan tinggi, khususnya di wilayah Sulawesi Tenggara. Bimtek jabatan akademik ini juga menjadi momentum penting bagi PTS untuk memperkuat tata kelola pengembangan karier dosen secara lebih terarah dan berkelanjutan.

