Kendari — Prestasi membanggakan kembali menghiasi dunia pendidikan Sulawesi Tenggara. TIM STIE 66 Kendari resmi meraih 1st Place dalam kompetisi Sustainable League 2025, sebuah ajang simulasi keberlanjutan yang diselenggarakan oleh BluO Ocean Consultancy dan dipusatkan di Universitas Halu Oleo (UHO) selaku tuan rumah. Kegiatan berlangsung selama dua hari, mulai 28–29 November 2025, dan menghadirkan persaingan ketat antar tim dari berbagai perguruan tinggi.

Kompetisi ini memiliki format khusus, yakni berbasis tim yang terdiri dari dosen dan mahasiswa lintas kampus untuk menggabungkan pengalaman akademik dan semangat inovatif generasi muda. Para peserta ditantang menjadi simulator decision-maker, mengambil keputusan strategis dalam menjaga keseimbangan tiga pilar keberlanjutan: Ekonomi, Lingkungan, dan Sosial.
Selama dua hari penuh, peserta menghadapi rangkaian skenario real-life mulai dari perubahan iklim, dinamika ekonomi, tantangan sosial, hingga pengelolaan sumber daya yang terbatas. Setiap keputusan memiliki konsekuensi langsung, sehingga peserta harus mampu membaca risiko, melakukan mitigasi, serta memahami trade-off antar pilar. Simulasi ini juga menguji intuisi, kreativitas, strategi, dan kemampuan peserta melihat dampak jangka panjang dari setiap pilihan mereka.

Pada babak final, STIE 66 Kendari berhadapan langsung dengan UHO Group 2 dalam kompetisi yang berlangsung intens dan penuh perhitungan. Kedua tim menunjukkan performa tinggi, namun dalam penilaian akhir, STIE 66 Kendari unggul dengan selisih 5 poin:
- STIE 66 Kendari: 21 poin
- UHO Group 2: 16 poin
Skor ini mencerminkan kemampuan STIE 66 dalam menjaga keseimbangan tiga pilar keberlanjutan secara konsisten di tengah skenario simulasi yang semakin kompleks.

Ketua tim STIE 66 Kendari, M. Fery Hidayat, S.Ak., M.Ak, menegaskan bahwa makna kompetisi ini jauh melampaui sekadar gelar juara. “Bagi kami, ini bukan tentang siapa yang keluar sebagai pemenang. Semua peserta adalah juara karena telah menunjukkan komitmen terhadap Sustainibility. Yang paling penting adalah bagaimana kita belajar menjaga keseimbangan ekonomi, sosial, dan lingkungan demi masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Salah satu juri, Dr. Salam, memberikan apresiasi khusus terkait peran kompetisi ini di wilayah timur Indonesia.
“Keberlanjutan memiliki makna yang sangat strategis khusunya kawasan timur, di mana akses informasi dan sumber daya sering kali tidak merata. Sustainable League membuka ruang bagi generasi muda di timur Indonesia untuk meningkatkan kapasitas dan berkompetisi dalam merancang solusi berkelanjutan yang berdampak,” jelasnya.

Pihak STIE 66 Kendari menyampaikan apresiasi mendalam atas capaian ini, yang sekaligus membuktikan bahwa perguruan tinggi di daerah mampu bersaing di panggung nasional melalui pendekatan strategis dan pemahaman mendalam terhadap isu-isu global.
Dengan kemenangan ini, STIE 66 Kendari tidak hanya membawa pulang gelar juara, tetapi juga mempertegas komitmennya dalam melahirkan generasi pemimpin masa depan yang siap menjaga keberlanjutan bumi.

