Kendari – Empat mahasiswa STIE Enam Enam Kendari berhasil menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Duta Wisata Anandonia Luale Kota Kendari 2025 yang digelar di Ballroom Hotel Zahra Syariah, Selasa (25/11/2025). Keempatnya tampil menonjol sejak babak awal hingga malam grand final, dan sukses membawa pulang berbagai gelar bergengsi.
Mereka adalah St Fadilla Karman (Juara Harapan 1 Luale Kota Kendari 2025), Fitri Handayani (Juara Fotogenic 2025), Dhita Fibriansari (Juara Harapan 2 Anandonia Kota Kendari 2025), serta Ibra Yuda Pratama yang meraih dua gelar sekaligus, yakni Runner Up 2 Anandonia Luale 2025 dan Juara Favorit Anandonia 2025.

Ajang tersebut menjadi wadah bagi generasi muda Kendari untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam bidang pariwisata, budaya, bahasa, serta kepribadian, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga budaya Tolaki.
Salah satu finalis, St Fadilla Karman, membeberkan rangkaian seleksi yang harus dilalui para peserta. Pada tahap awal, sekitar 50 pendaftar mengikuti sesi wawancara di lima meja juri. Penilaian difokuskan pada pariwisata Kota Kendari, kebudayaan Tolaki, dan bahasa Inggris. “Setelah wawancara, langsung diumumkan siapa yang lanjut ke top 10. Di situ kami resmi menjadi finalis Duta Wisata Anandonia Luale Kota Kendari 2025,” ujar Fadilla.
Finalis kemudian menjalani city tour ke beberapa destinasi wisata, seperti Pantai Nambo dan Kebun Raya Kendari, untuk memperdalam pemahaman mereka mengenai potensi wisata dan keberagaman budaya lokal. Menjelang malam puncak, para finalis tampil dalam malam bakat untuk menunjukkan kemampuan seni dan kreativitas. Dari sesi ini, juri menilai kandidat yang layak merebut gelar Duta Berbakat saat grand final.

Pada malam puncak, peserta kembali disaring hingga ke top 6, di mana masing-masing diminta memaparkan program kerja. Tahap terakhir adalah top 3, yang menentukan juara melalui sesi tanya jawab dengan dewan juri.
Dosen Pendamping mahasiswa STIE 66 Kendari, Dr. Rince Tambunan, SE., M.M, menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian keempat mahasiswa tersebut. “Saya begitu bangga dan bahagia mendampingi anak-anak sampai ke sesi yang kami nantikan. Perjuangan mereka tidak semudah yang dibayangkan karena harus bersaing dengan banyak peserta dari sekolah dan kampus di Sulawesi Tenggara,” ujarnya.
Menurutnya, mahasiswa STIE 66 tampil maksimal dan mampu membuktikan kualitasnya melalui rangkaian penilaian yang ketat. “Mereka diuji terkait pemahaman pariwisata kota Kendari, public speaking, bahasa Inggris, bahasa daerah, dan yang paling penting adalah 3B: beauty, brain, dan behavior,” katanya.
Dr. Rince juga menegaskan bahwa STIE Enam Enam Kendari selalu mendukung mahasiswa yang ingin mengembangkan diri melalui ajang seni, budaya, maupun kompetisi lainnya. “Semakin banyak lomba yang mereka ikuti, semakin bertambah pengalaman dan keberanian tampil di depan umum. Kami akan terus mensupport mahasiswa dan mahasiswi yang berprestasi, baik akademik maupun non-akademik,” tegasnya.
Melalui ajang ini, pemerintah kota dan panitia berharap generasi muda Kendari semakin mencintai budaya lokal, terutama budaya Tolaki yang menjadi identitas daerah. Duta Wisata Anandonia Luale diharapkan menjadi role model yang mempromosikan pariwisata sekaligus menjaga nilai-nilai budaya. Prestasi empat mahasiswa STIE Enam Enam Kendari ini menambah daftar capaian kampus dalam pengembangan talenta muda. Mereka bukan hanya membawa nama kampus, tetapi juga berperan sebagai duta budaya dan pariwisata Kota Kendari.

