KENDARI – Kreativitas mahasiswa STIE Enam Enam Kendari kembali mendapat perhatian melalui produk kue sagu yang ditampilkan dalam praktik mata kuliah kewirausahaan. Produk olahan berbasis pangan lokal tersebut memperoleh apresiasi langsung dari Ketua Forum Usaha Kecil dan Menengah (UKM) serta Industri Kecil dan Menengah (IKM) Provinsi Sulawesi Tenggara, Abdul Hakim.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperkenalkan kue sagu dengan tampilan menarik dan konsep pengemasan sederhana yang diarahkan sebagai produk usaha mikro bernilai jual. Produk tersebut menjadi bagian dari pembelajaran praktik yang bertujuan melatih mahasiswa membangun kreativitas, inovasi, serta kemampuan melihat peluang bisnis dari potensi lokal.

Abdul Hakim mengatakan, pengembangan produk berbasis bahan lokal seperti sagu memiliki peluang yang cukup besar jika dikembangkan secara serius dan mengikuti kebutuhan pasar saat ini. Menurutnya, mahasiswa memiliki potensi besar untuk menjadi generasi muda yang mampu menghadirkan inovasi usaha kreatif.
“Mahasiswa harus mulai berani mengembangkan produk lokal menjadi produk ekonomi kreatif. Kue sagu ini sederhana, tetapi punya peluang jika dikemas dengan baik dan dipasarkan secara kreatif,” katanya.
Ia menilai keterlibatan mahasiswa dalam praktik usaha menjadi langkah penting dalam membangun mental entrepreneur di lingkungan kampus. Selain belajar teori, mahasiswa juga didorong memahami proses produksi, pengemasan, hingga strategi pemasaran produk secara langsung.
“Kegiatan seperti ini bagus karena mahasiswa belajar langsung bagaimana menghasilkan produk dan memperkenalkannya kepada masyarakat. Ini menjadi pengalaman penting untuk membangun usaha mandiri ke depan,” tambahnya. Melalui praktik kewirausahaan tersebut, mahasiswa STIE Enam Enam Kendari diharapkan semakin termotivasi untuk mengembangkan produk berbasis potensi daerah sekaligus menciptakan peluang usaha baru yang dapat mendukung pertumbuhan UMKM lokal di Sulawesi Tenggara.

