Kendari – Forum Alumni STIE Enam Enam Kendari (FASTIE 66) sukses menggelar kegiatan donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis yang terbuka untuk umum di Mal The Park Kendari, Jumat (7/2/2026). Kegiatan sosial ini berhasil mencapai target pengumpulan darah sebanyak 50 kantong.
Ketua Forum Alumni STIE Enam Enam Kendari (FASTIE 66), Andi M Budihard, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian alumni terhadap kebutuhan darah yang masih cukup tinggi di rumah sakit, khususnya di Kota Kendari dan sekitarnya.

“Hari ini kami melaksanakan kegiatan donor darah sekaligus pemeriksaan kesehatan gratis yang ditujukan untuk seluruh masyarakat umum, tanpa melihat latar belakang. Alhamdulillah target 50 kantong darah berhasil kami capai,” kata Andi di sela-sela kegiatan.
Dosen STIE Enam Enam Kendari ini juga menjelaskan, kegiatan ini tidak hanya melibatkan alumni STIE Enam Enam Kendari, tetapi juga mengundang berbagai instansi dan elemen masyarakat. Sejumlah aparat dari kepolisian, TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, hingga Polisi Militer turut diundang untuk berpartisipasi.

“Kami tidak membatasi hanya alumni. Semua masyarakat kami undang, termasuk dari instansi-instansi seperti Polri dan TNI. Prinsipnya ini kegiatan kemanusiaan,” ujarnya.
Meski jumlah pendaftar donor darah cukup banyak, tidak seluruhnya dapat mendonorkan darah karena harus melalui proses pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu. Beberapa peserta dinyatakan belum memenuhi syarat untuk donor berdasarkan hasil skrining medis.
“Yang mendaftar cukup banyak, tapi setelah pemeriksaan awal ada juga yang tidak memenuhi syarat donor. Itu hal yang wajar karena donor darah memang harus memenuhi kriteria kesehatan tertentu,” jelas Andi.
Darah hasil donor dalam kegiatan tersebut akan disalurkan ke RSUD Bahteramas. Menurut Andi, rumah sakit tersebut kerap membutuhkan stok darah yang cukup besar, terutama untuk pasien cuci darah.

“Donor darah ini kami arahkan ke RSUD Bahteramas karena di sana sering kekurangan stok darah, khususnya untuk kebutuhan cuci darah. Kadang-kadang mereka bahkan harus mengambil darah dari rumah sakit lain karena stok habis,” ungkapnya.
FASTIE 66 berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dan menjadi agenda rutin sebagai bentuk kontribusi nyata alumni dalam mendukung kesehatan masyarakat serta membantu pemerintah daerah memenuhi kebutuhan darah di rumah sakit.
“Kami berharap kegiatan ini bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan menjadi motivasi bagi komunitas lain untuk ikut berkontribusi dalam kegiatan sosial kemanusiaan,” pungkas Andi.

